» » » » Pilkada OKI, Maksimal Empat Pasang Untuk Koalisas Partai

KAYUAGUNG, KRSUMSEL.COM - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), selain dari calon incumbent, H Iskandar SE juga diramaikan nama- nama lain. Nama lain yang muncul tak hanya dari tokoh partai politik, namun dari tokoh masyarakat, pengusaha dan mantan pejabat di Bumi Bende Seguguk.

Untuk di OKI partai yang membuka penjaringan seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Golkar, PKB, Partai Hanura, PDI Perjuangan. PKB baru akan membuka penjaringan calon pada 17 Juli mendatang.

Nama- nama yang muncul diantaranya Wakil Bupati OKI yang secara mengejutkan berpasangan dengan Salmin Aldy untuk menjadi bakal calon Bupati-Wakil Bupati OKI periode 2018- 2023.
Lalu Abdiyanto, Solahuddin Djakfar, Subhan Ismail, Azhari Efendi, Muchendi, Bakri Tarmusi, Djakfar Sodiq, Amin Jalalen, Qomaruazaman, Sulaiman Yamani, dan nama lainnya.

Ketua KPU OKI, Dedy Irawan S.Ip mengunkapkan bahwa dari porsi perolehan kursi yang ada, maksimal untuk koalisi partai hanya empat pasangan. Perolehan kursi partai yakni PDI Perjuangan 9 kursi, Demokrat 7 kursi, PAN 5 kursi, Golkar 5 kursi, Gerindra 5 kursi, Hanura 4 Kursi, PKS 3 Kursi, PKB 3 Kursi, Nasdem 3 Kursi, dan PBB 1 kursi. Sedangkan PPP dan PKPI tidak ada kursi.

"Artinya hanya PDI Perjuangan yang bisa mengusung sendiri. Ditambah koalisi para partai bisa bertambah tiga pasang lagi dan menyisakan 8 kursi," ungkap Dedy.
Untuk Calon independent atau perseorangan dari jumlah DPT sebelumnya sekitar 500 ribu pemilih maka dari 7,5 persennya sekitar 40 ribu lebih.

 "Untuk calon independent KTP yang diserahkan harus KTP Elektronik. Peluang untuk independent cukup besar," ungkapnya seraya menambahkan untuk pendaftaran calon 8-10 Januari mendatang.

Lanjutnya kesiapan KPU OKI sendiri telah melakukan penyusunan secara tekhnis juga melakukan sosialisasi. Sosialisasi yang dilakukan baik ke partai politik, maupun ke masyarakat melalui kegiatan di tingkat kecamatan serta saat rakor pendamping desa.

Lalu pada 18 juli mendatang, dilakukan penandatanganan nota hibah daerah antara KPU OKI dengan Pemda OKI. Dana yang dikucurkan sekitar Rp 66 miliar yang disalurkan dua tahap. Tahap pertama tahun ini sekitar Rp 16 miliar, lalu tahap kedua tahun 2018 sekitar Rp 50 Miliar. "Selain itu kita sedang merancang sayembara logo dan maskot Pilkada OKI. Nantinya ada pertemuan dengan Dewan adat, dewan kesenian dan pihak terkait lainnya untuk menggelar sayembara tersebut," bebernya.

Bagaimana mengenai para kandidat? Hingga saat ini walaupun kepastian dari partai akan mengusung siapa dan berkoalislasi, namun telah ada dua kandidat yang langsung berpasangan saat mengambil maupun mengembalikan yakni, M Rifai-Salmin Aldy. Sementara para kandididat lain termasuk H Iskandar SE, calon Incumbent masih belum menentukan pasangan.

Katua DPD Partai PAN OKI, Rochmat Kurniawan secara tegas bahwa untuk kader PAN hanya H Iskandar SE yang diusung. Sementara mengenai pasangan calon masih belum begitupun untuk koalisi. Namun pada koalisi tahun 2013 lalu, PAN berkoalisi dengan Gerindra, Hanura, PKB dan PKPI. 

"Kita tetap berharap koalisasi sebelumnya tetap terjalin bahkan bertambah dengan partai lainnya yang sesuai visi dan misi. Kita tetap menjalankan komunikasi politik dengan partai lain juga," ungkap Rohmat.
Bila koalisi PAN sebelumnya terbentuk maka untuk pasangan calon yang akan bertarung menjadi bekurang. Karena untuk koalisi PAN, Gerindra, Hanura PKB dan PKPI menghasilkan 16 kursi ditambah bila ada partai lain yang ikut berkoalisi maka hanya menyisakan dua pasang lagi. "Mudah- mudahan. Karena kita memang belum tahu akan berkoalisi dengan siapa," ucapnya.

Sementara Ketua DPC PDI P OKI, Abdiyanto Fikri, mengungkapkan bahwa pihaknya memang bisa mengusung calon sendiri. Namun komunikasi politik dengan partai lain tetap dilakukan. "Usulan rakernas PDI Perjuangan dan kader partai menginginkan kadernya maju menjadi OKI I. Namun tetap keputusan akhir ada di DPP Pusat," ungkap Abdiyanto.

Untuk siapa calonnya dan berpasangan dengan siapa, belum ditentukan hingga saat ini. Namun memang Abdiyanto sendiri sudah mulai gencar melakukakan sosialisasi melalui poster baliho dan kunjungan. "Kita harapkan dari kader kita untuk siapa belum bisa kita sampaikan," ungkapnya.

Lalu Ketua Bapilu DPC Demokrat OKI, Fisli Hartono mengungkapkan bahwa koalisi sebelumnya ialah Demokrat dan PBB. Namun untuk pilkada 2018 mendatang memang belum cukup karena hanya delapan kursi. "Jadi kita akan beekoalisi dengan partai lain. Namun desakan dari kader, yang diinginkan ialah kader Demokrat bisa OKI I," ungkap Fisli.

Kader Demokrat yang mengambil maupun mengembalikan formulir dipartai lain ialah Muchendi Maherzaki dan Amin Jalalen. Bahkan Muchendi sempat kepergok berbarengan mengambil dan mengembalikan formulir dengan calon lain. "Hanya kebetulan saja. Yang jelas kita belum menentukan pasangan. Saya mengambil formulir OKI I karena memang desakan dari kader partai," ungkap Muchendi.

Ketua DPD Partai Nasdem OKI, Solahuddin Djakfar mengungkapkan bahwa mereka tentu akan berkoalisi dengan partai lain. Namun juga belum bisa ditentukan, walaupun ketua DPD Provinsi Sumsel Syahrial Oesman sempat berkomentar mendukung H Iskandar SE untuk kembali menjadi Bupati OKI I. "Namun kami para kader tetap didorong untuk bersosialisasi baik untuk menjadi bakal calon Bupati OKI maupun wakil Bupati OKI," ungkap Solahuddin Djakfar.

Dua kader partai NasDem yang gencar bersosialisasi ialah Solahuddin Djakfar dan Subhan Ismail. Solahuddin Djakfar didukung oleh ulama dari NU, Forpes dan kelompok Muslimat. "Saya mengambil formulir untuk menjadi wakil Bupati OKI karena memang selain saya harus sosialisasi juga ada dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama," ungkap Nde sapaan akrabnya.

Lalu Subhan Ismail telah banyak menyebar poster dan baliho di kabupaten OKI. Bahkan Garda Pemuda Nasdem Provinsi dan Pusat juga mendukung H Subhan Ismail untuk maju menjadi OKI I.

Kemudian Partai Golkar juga belum menentukan pasangan dan koalisi. Ketua DPD II Partai Golkar OKI Bakri Tarmusi mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan DPP Pusat ditambah saat ini masih membuka penjaringan. Beberapa nama yang meramaikan bursa bakal calon bupati dan wakil bupati OKI ialah dirinya dan Djakfar Sodiq.

Sementara Djakfar Sodiq mengaku ada dukungan dari kader dan masyarakatnya untuk maju menjadi wakil bupati OKI. "Untuk pasangan belum ditentukan. Namun saya telah mengambil dan mengembalikan formulir di beberapa partai untuk maju menjadi wakil bupati. Karena memang partai golkar harus berkoalisi," ucap Sodiq.

Lalu Gerindra belum menonjolkan kadernya untuk maju menjadi Bupati OKI maupun wakil bupati OKI. Abdul Hamid, sekretaris DPD Gerindra OKI mengungkapkan bahwa untuk koalisi belum ditentukan dan masih melakuka komunikasi politik dengan partai lain. "Kita akan menggelar rapat pada 22 Juli mendatang dan memanggil para kandidat yang mengambil formulir penjaringan di Partai Gerindra," ungkap Hamid.

Selanjutnya tokoh lain yang siap maju menjadi bakal calon bupati OKI ialah Azhari Efendi. Dirinya mengaku masih fokus mencari dukungan dari partai politik. "Untuk ke jalur independent belum karena masih fokus dari koalisi partai," ungkap Azhari yang telah mengambil formulir di beberapa partai ini.

Begitupun Sulaiman Yamani, Qomaruszaman dan pasangan Rifai- Salmin yang juga mencari dukungan dan koalisi partai.
Lalu Agus Masnanto, sekretaris DPD Hanura OKI mengungkapkan bahwa pihaknya juga belum menentukan koalisi dan pasangan. Dari partainya satu kader yang mengambil ialah Ali Imron Bayim. (RICO)

Nama nama pengambil formulir pada penjaringan partai.
PDI Perjuangan (Masih Dilakukan Verifikasi)
- Made Indrawan, Abdiyanto, Yusuf Mekki, Ernaldy, Ni Wayan Siti, Meli Mustika
Amin Jalalen, Qomaruszaman, Sulaiman Yamani, Muchendi, Subhan Ismail, Iskandar SE
PAN 
- H Iskandar SE, H Djakfar Sodiq, Subhan Ismail, Solahuddin Djakfar, Muchendi, Amim Jalalen, Bakri Tarmusi
Gerindra 
- Muchendi, Solahuddin Djakfar, Azhari Efendi, Subhan Ismail, M Rifai, Salmin Aldy, Abdiyanto
Hanura 
-Azhari Efendi, M Rifai, Salmin Aldy, Muchendi, Abdiyanto, Iskandar, Solahuddin Djakfar, Ali Imron Bayim, Subhan ismail, H Djakfar Sodiq

Nasdem 
- Abdiyanto, Azharj Efendi, Subhan ismail Solahuddin Djakfar, H Iskandar SE, Amin Jalalen, Sulaiman Yamani, Qomarus zaman, H Djakfar Sodiq dan Muchendi.

Golkar (masih penjaringan)
- H Iskandar SE, Djakfar Sodik, Bakri Tarmusi, Azhari Effendj, Amin Jalalen, Qomaruszaman Tri Kuncoro 
Demokrat 
-Muchendi, Subhan Ismail, Solahuddin Djakfar, Abdiyabto, IskandarSE, M Rifai, Salmin Aldy, Azhari Efendi, Amin jalalen, Qomaruszaman


About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply