» » » » » Pembunuh Buron 7 Tahun Direkontruksi, Ricuh

Palembang, Krsumsel - Rekontruksi pembunuhan Indra Jaya (32) yang dilakukan eks pegawai negeri sipil Dinas Kesehatan Kota Palembang Arsa (43), dengan memperagakan 11 adegan yang berakhir ricuh.

Rekontruksi yang digelar Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel dibeberapa tempat salah satunya di depan Kolam Renang Lumban Tirta, Jalan POM IX, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Berakhir dengan pemukulan terhadap tersangka oleh kakak sulung korban, Armadi, yang tersulut emosinya berupaya memukul tersangka pada adegan 11 saat tersangka memperagakan membuang senjata pembunuhnya.

"Saya kesal lihat wajahnya makanya ingin memukul. Maaf pak saya khilaf," ujar Armadi saat ditenangkan petugas kepolisian.

Hal yang sama juga terjadi Istri korban, Efi Kurmarlina (38) mengatakan, pihaknya berharap tersangka dihukum seberat-beratnya. Semenjak suaminya meninggal, dirinya harus menghidupi ketiga anaknya seorang diri.

"Kalau bisa dihukum seumur hidup. Yang kecil ini sejak umur setahun hingga sekarang sudah delapan bulan baru tertangkap pelakunya. Saya hanya minta keadilan," ujarnya.

Sementara itu, Kanit IV Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kompol Zainuri mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas tahap pertama kepada jaksa penuntut umum.

"Tersangka dijerat dengan pasal 340 jo 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup," kata dia

Ia menjelaskan, adegan pertama rekonstruksi dimulai saat tersangka menghubungi saksi Teguh menggunakan ponsel. Mereka membuat janji bertemu di tempat kejadian perkara (TKP) untuk membicarakan perihal penggadaian motor tersangka terhadap Teguh. 

Sebelum ke TKP, tersangka mampir warung depan TVRI untuk membeli dan meminum minuman keras. Pada adegan keempat, tersangka mengunggu di pos satpam yang tidak terpakai di TKP. Tak lama kemudian, Teguh datang bersama korban Indra Jaya datang. 

Setelah bertemu, percakapan pun berlangsung. Tersangka menanyakan motornya yang digadaikan kepada Teguh. Teguh meminta uangnya terlebih dahulu, baru dirinya akan memberikan motor milik tersangka 15 hari kemudian

Pada adegan keenam, kesal dan dipengaruhi minuman keras, tersangka mencabut senjata tajam jenis pisau yang sudah dipersiapkannya di dalam jaket dan mengarahkannya ke Teguh. Namun pisau malah menyasar ke arah perut korban Indra. Indra yang tertikam, langsung roboh ke tanah.

Melihat korban roboh, Teguh segera melarikan korban ke RS Siti Khodijah untuk menyelamatkan nyawanya. Namun saat tiba di rumah sakit nyawa korban tak tertolong lagi. (HAY)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply