» » » » KOTAKU Rentas Kawasan Kumuh

PALEMBANG -KrSumsel.com,- Perentasan kawasan kumuh melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) mulai dilakukan di Juli ini. Tahap awal ini, untuk pengerjaan infrastruktur dipersiapkan Rp5 miliar, dengan sasaran 39 titik yang tersebar di Kota Palembang.

Koordinator Program KOTAKU Palembang, Rovi Kuswana mengatakan, penataan kawasan kumuh ini selain melalui program Kotaku (Kota tanpa kumuh), juga melalui Nusp (Neighborhood upgrading and shelter project) terutama di wilayah Seberang Ulu. Dari 59 titik kumuh, 20 titik diback up oleh NUSP.

Ada 1700 hektar kawasan kumuh yang harus di benahi, kebanyakan di Kertapati dan SU 2. Meski di 16 Kecamatan ada semua, tapi di Ulu jadi prioritas. "Meski titik-titik tertentu masih menunggubedaran dari pusat, tetapi kawasan kumuh mendominasi di seberang ulu, bulan ini juga pelaksanaannya," katanya di sela pelatihan UPK KOTAKU dan NUSP di Hotel Emilia, Selasa (11/7).

Ia mengatakan, penataan kawasan kumuh disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan masyarakat, tak hanya perbaikan infrastruktur tetapi juga sosial dan ekonomi. "Karena tidak sebatas infrastruktur saja, tapi bagaimana kualiatas ekonomi yang bisa menunjang penguatan ekonomi kerakyatan," jelasnya. 

Sementara pelatihan yang dilakukan untuk Unit Pengelola Keuangan (UPK) ini, untuk belajar bagaimana mengkemas pertanggungjawaban atas penggunaan dana untuk program KOTAKU. Baik kepada masyarakat hingga pemerintah pusat. 

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, Palembang ditarget zero kumuh pada 2019, untuk itu saat ini pihaknya terus berupaya mewujudkan ini dari berbagai sektor. Tak di Seberang Ulu, titik kumuh yang akan dibenahi pun berada di Seberang Ilir. Terutama kawasa di pinggiran sungai, diantaranya 2 Ilir dan 24 Ilir.

"Penataan bantaran sungai, khusus rumah dipinggiran Sungai Musi mesti menghadap ke sungai, jangan lagi membelakangi sungai, fenomena sekarang dapur dan WC mereka itu yang menghadap ke sungai, ini tidak indah dipandang mata," jelasnya. 

Upaya penataan ini tidak hanya dilakukan perbaikan infrastruktur saja, tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat agar lebih baik. Sejak tahun 2006, Pemkot Palembang sudah menyakurkan dana bergulir kepada masyarakat yang diperuntukkan untuk pribadi dan perorangan.

"Masyarakat bisa memanfaatkan dana bergulir ini untukbkemajuan usahanya," ujarnya. (Iya).

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply