» » » » Hendri Zainudin : Petahana Masih Berpeluang Besar Memenang

KAYUAGUNG, KRSUMSEL.COM - Senator DPD RI, H. Hendri Zainuddin memberikan tanggapan terkait riuh Pilkada di Sumsel dan di Kabupaten OKI khususnya. Politikus kawakan ini mengaku terus memantau perkembangan di daerah. Dia mengatakan kemenangan merupakan tujuan atau pencapaian dari sebuah kontestasi. Hal itu menurut dia juga berlaku dalam dunia politik, khususnya terkait Pilkada serentak tahun 2018 yang kian dekat.

"Mereka (partai -red) masih melihat segala kemungkinan, semua partai ingin berada pada kubu yang potensial menang. Mereka masih berhitung kekuatan," ujar Hendri ketika dihubungi melalui ponselnya, Sabtu, (8/7/2017).

Sebelumnya sudah beberapa bacalon muncul mensosialisasikan diri untuk ikut meramaikan Pilkada OKI dengan mengambil formulir dukungan Parpol.

Selain incumbent, H. Iskandar, SE yang dipastikan akan maju lagi, masih banyak juga bacalon yang sudah memprolamirkan diri baik sebagai bacalon bupati maupun wakil bupati, seperti, Muchendi, M Rifai, Salmin, Abdiyanto, Subhan Ismail, Solahudin Djakfar, Azhari, Soddiq dan lainya. Rata-rata calon merupakan pendatang baru. Meski sebagian dari mereka pernah mengalami pertarungan memperebutkan kursi di DPRD namun berlaga di panggung Pilkada tentu jauh berbeda.

Sejumlah Parpol juga telah melakukan penjajakan dalam mencari calon potensial untuk diusung dan menang dalam kontestasi Pilkada Kabupaten OKI tahun 2018.

Meskipun belum mau buka suara mengenai siapa sosok yang diusung, parpol tentunya memperhitungkan berbagai kemungkinan sebelum menentukan siapa sosok pasangan calon yang akan di dukung.

Menurut Hendri petahana masih berpeluang besar memenangkan pilkada di Sumsel karena elektabilitas petahana mesti diperhitungkan.

“Mau tidak mau atau suka tidak suka masyarakat sudah merasakan dampak pembangunan yang dilakukan petahana meski tentu masih ada kekurangan dan petahana sudah ada basis massa,"ungkapnya.

Lebih jauh Hendri berpendapat parpol yang tidak mengusung petahana harus mencari lawan alternatif yang sepadan untuk mengalahkan petahana.

“Harus ada tokoh yang sebanding, misalnya pengalaman ikut Pilkada, level Pengalaman berpolitik, ketokohan dan popularitas itu semua tidak bisa dikesampingkan," pungkasnya.

Meski demikian Hendri mengingatkan jika ingin tetap menang petahana jangan jemawa karena dukungan partai saja tidak menjamin kemenangan calon kepala daerah. Menurut dia, faktor elektabilitas para calon kepala daerah dalam sistem pemilihan langsung lebih menentukan ketimbang dukungan partai politik.

"Sebesar apa pun dukungan partai politik, faktor elektabilitas calon jauh lebih menentukan," katanya.

Ia menambahkan, dukungan partai politik kepada calon kepala daerah belum tentu diikuti kader-kadernya. Sebab, tingkat kepatuhan kader partai politik terhadap elitenya sangat rendah.

"Kader partai yang ada di akar rumput belum tentu patuh dengan elit yang ada di atas,” tegasnya.

Hendri juga menambahkan keputusan maju atau tidaknya bagi calon yang diusung Parpol tergantung dengan pengurus pusat. Restu DPP itu juga merupakan pra syarat dalam mengembalikan formulir ke KPU.

"Ya bisa saja sudah ambil formulir, pas mengembalikan tidak bisa karena tidak dapat restu," tutupnya.(RICO)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply