Geram Saat Ditanggih Hutang, Edi Dibunuh Dengan Sadis

Palembang, KrSumsel - Dalam kurun waktu satu hari, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil mengungkap misteri pembunuhan Mr X yang jenazahnya ditemukan Sabtu (29/7) di Desa Kantian Lubuk Keliat, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir dengan kondisi mengenaskan dengan tangan terikat tali dan mata dilakban serta luka tembak di kepala. 

Dari hasil pemeriksaan ternyata mayat tanpa identitas tersebut diketahui bernama Edi Nuryanto (50), seorang makelar tanah yang tinggal di Desa Suka Medang, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. 

Berdasarkan pengakuan pelaku utama Paruf mengatakan, dirinya bersama ketiga temannya, Jumat (28/7) berencana mencari ayam aduan diwilayah Prabumulih dengan mengendarai mobil Avanza namun ditengah perjalanan tepat nya di kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim tersangka Paruf melihat korban Edi Nuryanto.

"Saya melihat korban yang saat itu berada dipinggir jalan langsung saya hampiri. Terus sayamemaksa korban masuk kedalam mobil menuju ke kabupaten Ogan Ilir lalu mengikat tangan korban dengan tali sampai di TKP pelaku Paruf menembak kepala korban hingga tewas,"katanya.

Ia mengaku, melakukan pembunuhan Edi Nuryanto lantaran sakit hati dan dendam karena korban mempunyai hutang sebesar 150 juta, tapi belum pernah dibayar oleh korban. Saat ditagih selalu menghindar bukan hanya kepada pelaku saja korban memiliki hutang melainkan ada juga hutang dengan orang lain.

"Senpi yang saya pakai untuk menembak korban punya teman saya yang sudah meninggal, saya sendiri yang menembak nya teman saya yang tiga orang hanya ikut membantu memasukkan korban kedalam mobil," akunya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi mengungkapkan, pembunuhan tersebut sudah direncanakan dan terbilang sadis. Motifnya karena tersangka dendam setelah korban tidak menepati janjinya sedangkan uang sudah diberikan.

"Ini jelas sadis. Korban diculik, tangan dan kaki diikat, lalu kepala ditembak dari jarak dekat, mayatnya dibuang," katanya, saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Senin (31/7).

Ia mengatakan, korban tersebut dihabisi oleh empat orang pelaku masing-masing Paruf (pelaku utama) ditangkap di Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Syawaludin ditangkap di Desa Belanti, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir. Zulyadi ditangkap di Desa Sri Rajo, Pasar Sapi, Kabupaten Ogan Ilir, dan Guntur ditangkap di terminal Ogan Ilir keempatnya ditangkap di lokasi berbeda di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel Minggu (30/7).

"Dari hasil pemeriksaan sementara Polisi menyimpulkan bahwa motif pembunuhan dimana salah satu pelaku menaruh dendam kepada korban, karena korban mempunyai hutang sebesar 150 juta dari tahun 2011 hingga kini belum dibayar oleh korban," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 338 dan 349 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman mati atau seumur hidup. Pihaknya masih mendalami peran tiga tersangka lain yang diakui hanya turut membantu.

"Kita lihat nanti perkembangannya. Sejauh ini tersangka Paruk sebagai otak dan eksekutornya," pungkasnya. (HAY)

No comments

Powered by Blogger.