» » » » Gadis OI "Adopsi" dari Palembang, Krisiskah?


Indralaya, Krsumsel.com - Hal yang lucu dilakukan Dinas Pariwisata Ogan Ilir (OI), untuk mencari nominasi gadis OI, mereka justru membuka kesempatan jalur umum yang pertanya dari luar OI, sehingga pemenang gadis OI justru peserta dari Palembang.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang gadis asal OI mengkritik pedas, jika dibuka dua jalur yakni diberlakukan jalur umum menurutnya, bisa saja pemilihan gadis OI mendatang dimenangkan oleh peserta dari Jakarta.

“Mungkin saya kurang paham, tapi seharusnya jalur umum itu, pesertanya harus dari OI, bukan dari Palembang. Kalau pemenangnya gadis dari luar, ini lucu, sangat lucu, bahkan kami gadis OI merasa tak terima, ini sama saja Dinas Pariwisata OI lecehkan gadis OI,” Ujar wanita muda ini meminta namanya dirahasiakan.

Ditambahkannya, boleh saja dari jalur umum namun pesertanya harus dari OI, jangan dari gadis domisili diluar OI.

Kemenangan, Reyra Dewanti Kumala Raden, asal Kota Palembang yang menjuarai ajang pemilihan Bujang Gadis Ogan Ilir, pada Grand Final yang digelar di Pendopo Komplek Perkantoran Terpadu (KPT), Tanjung Senai, Indralaya, Rabu (12/7), banyak menuai protes, bahkan dimedia sosial menjadi perbincarangan masyarakat OI.
  
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Ogan Ilir Ishak Idrus menjelaskan, pada pendaftaran pemilihan Bujang Gadis Ogan Ilir terdapat dua jalur yakni jalur kecamatan dan jalur umum.

“Ya, ada dua jalur pada proses pendaftaran yakni jalur kecamatan yakni bujang gadis dari kecamatan di Ogan Ilir dan jalur umum yakni bujang gadis diluar Ogan Ilir,” ungkapnya.

Masih menurutnya, dibukanya jalur umum lantaran kurangnya minat peserta yang berasal dari Ogan Ilir. 

“Kita buka jalur umum yang mana boleh saja dari luar daerah bisa menjadi bujang gadis Ogan Ilir dikarenakan kurangnya peserta OI. Kalaun pesertanya kurang kita malu oleh karena itu kita buka jalur umum yang membolehkan luar daerah mengikuti Bujang Gadis Ogan Ilir,” bebernya.

Sebelumnya pemilihan, sambung Ishak, pihaknya sudah menyiarkan melalui radio namun sayang peserta masih kurang.

“Kita siarkan di radio tapi tetap saja masih kurang dan akhirnya kita memperbolehkan dari luar daerah untuk ikut dengan melalui jalur umum. Kita lakukan penjurian secara ketat dengan berbagai kriteria yakni dari postur tubuh, wawasan tentang Ogan Ilir, Bahasa Inggris dan intelektualnya, namun sedikit yang kita dapat dari Ogan Ilir mangkanya kita buka jalur umum dari daerah lain,” pungkasnya.

Dirinya sebenarnya mengharapkan putra dan putri asli daerah Ogan Ilir untuk menjuarai ajang pemilihan Bujang Gadis Ogan Ilir. “Namun sangat disayangkan yang menang bukan dari putri daerah namun dari Palembang,” ujarnya.

Ishak Idrus mengharapkan kepada pemenang mampu menjadi duta pariwisata Ogan Ilir dan dapat mempromosikan wisata Ogan Ilir baiik tingkat Nasional maupun Internasional.

“Ya, kami sangat berharap para pemenang mampu promosikan pariwisata Ogan Illir ke masyarakat luas. Selamat kepada pemenang. Untuk pendaftaran kita bagi dua jalur, satu jalur kecamatan jalur umum,” ungkapnya.

Masih menurutnya. Sedangkan untuk kriteria pemenang, lanjutnya, harus mempunyai kriteria sendiri sepeti postur tubuh, wawasan tentang Ogan Ilir, bahasa inggris dan intelektualnya.(rul)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply