» » » » » Fadil Setubuhi ABG Berulang Kali

PALI, krsumsel.com - Malang nasib yang dialami ND, gadis berusia 14 tahun ini harus merelakan dirinya digagahi oleh Fadilah alias Fadil (35), ayah dari dua orang anak ini yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang aksesoris dan buku di bazar dan pasar malam.

Bermula ketika ada pameran bazar yang digelar di Kabupaten PALI tepat di Gelora November Kecamatan Talang Ubi yang berakhir pada bulan Mei 2017 lalu. Saat itu ND yang bekerja sebagai penjaga salah satu dagangan pakaian jadi, yang pemiliknya merupakan teman pelaku.

Saat itu Pelaku Fadil yang juga berjualan di sana (bazar, red) mengajak korban ND untuk berkenalan. Setelah berkenalan pelaku mengajak korban kencan dengan diiming-imingi uang sebesar 200 ribu rupiah.

“Dio yang minta duit 200 kalo mau pakai (menyetubuhi, red) dia. Langsung saja aku bawa ke rumah kontrakan, nah disanalah pertamakalinya aku makek dio.” Pengakuan pelaku dihadapan petugas.

Tak hanya itu, Fadil beruang kali melakukan tidakan asusila tesebut, hingga sampai lima kali ia melakukan perbuatannya terhadap korban.

“Selanjutnya aku makek dio di Wasma Bayang Kara 2 kali, di jalan Merdeka KM 3, yang terakhir di rumah emak aku di Palembang waktu itu dia (korban ND, red) lagi berada di Palembang.” tambah ayah dua orang anak ini.

Sementara, Kapolres Muara enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondaes disampaikan Kanit Reskrim Iptu Rusli SH bahwa kejadian itu bermula saat perkenalan Fadil dengan ND di pasar malam pada bulan Mei 2017 lalu, sebab Fadil merupakan salahsatu pedagang di pasar malam tersebut dan ND bekerja di salahsatu stand yang tak jauh dari lapak dagangan Fadil.

“Korban melapor ke kami karena telah mengalami tindak asusila oleh pelaku, bahkan korban mengaku bukan hanya sekali dicabuli. Kita koordinasi dengan pihak keluarga korban untuk memancing pelaku datang ke PALI. Saat pelaku datang ,kami langsung menyergapnya,” ungkap Rusli, Senin (3/7).

Dikatakan Rusli bahwa adanya pasar malam banyak menimbulkan masalah, baik itu perkelahian, pencurian bahkan tindakan asusila seperti terjadi pada korban.

“Saya nilai keberadaan pasar malam banyaklah mudharatnya, sebab tindak kriminal sering terjadi saat adanya pasar malam, seperti pencurian sepeda motor, transaksi narkoba, kemalingan, asusila, dan masih banyak lagi tindak kriminal yang bisa mengganggu ketertiban umum.” ujarnya.

Atas perbuatannya, IPTU Rusli SH menegaskan bahwa pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara dan terpaksa berhenti berjualan.

“Kita jerat dengan pasal 81 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman diatas 12 tahun penjara, dan otomatis pelaku tidak bisa melanjutkan berjualan lagi.” tandasnya (Hb)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply