» » » » » Harga Sayur Melejit IRT Menjerit

PALI, Krsumsel.com - Pasca Hari Raya Idul Fitri 1438 H, para kaum ibu rumah tangga di Kota Pendopo tampaknya mulai kebingungan. Pasalnya harga sayur mayur di pasar tradisional di Kota Pendopo melonjak hingga 100 persen.

Seperti di Pasar Empres Pendopo Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), seperti kul dan wartel biasanya Rp 8000 kini mencapai 15 Per/ Kg.

Tidak hanya itu seikat bayam dan kangkung biasanya dijual Rp 2,5 ribu kini dibandrol Rp 5 ribu per ikat, hal tersebut membuat para Ibu Rumah Tangan (IRT), terkejut bukan kepalang terkait kenaikan yang mencapai 100 persen.

Seperti yang di lontarkan Lela (48), ibu rumah tangga, warga Gang Masjid, Kecamatan Talang Ubi, salah seorang pembeli di Pasar Pendopo, mengaku bingung dengan adanya kenaikan harga-harga yang ada di pasar. Sebab, sebelum lebaran harga sayur mayur di pasar masih tergolong murah dan terjangkau meski terjadi kenaikan.

”Ini sih udah kelewatan. Mentang-mentang habis lebaran harga naik galo, Padahal menjelang lebaran kemarin biar naik tapi tetap terjangkau dan tidak kelewatan cak ini,” ujar Lela kepada awak media, Kamis (28/6).

Lela menjelaskan, kenaikan harga sayuran tidak hanya terjadi pada pada kol dan wartel saja. Namun hampir seluruh sayuran lainnya seperti, kangkung, bayam kentang, juga ikut melambung naik.

“Kenaikan harga sayur mayur di Pasar Pendopo, gara-gara masih banyaknya pedagang libur dan pasokan sayur dari petani di daerah sedikit karena masih merayakan lebaran. Akibatnya pasokan ke pasar-pasar tradional berkurang dan harga melambung,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat yang sama kenaikan harga sayur mayur diakui para pedagang di Pasar Pendopo akibat stock yang berkurang dan masih jarangnya pedagang yang berjualan.

Ini yang membuat sebagian pedangan yang telah membuka lapaknya di Pasar Pendopo mencoba menaikan harga-harga semaunya.

Menurut Giman (36) pedagang sayur Pasar Pendopo, menyatakan dirinya sengaja menaikan harga sayuran karena memang stock berkurang ditambah masih banyaknya para pedagang yang belum aktif berdagang di Pasar Pendopo.

“Kapan lagi kita mau dapat untung. Mumpung belum ada pesaing dan stock kosong, ya kita naikan saja harganya seperti wortel yang semula Rp 8 ribu kini menjadi Rp15 ribu kg, kol yang saat ini Rp15 ribu per kg dari Rp 8 ribu kg, dan daun bawang sekarang Rp13 ribu per kg dari sebelumnya seharga Rp4 ribu per kg,” katanya. (Hb)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply