» » » » » Ditangan Husen Pipa Bekas Jadi Nilai Ekonomi Mempuni

PALI, KRsumsel.com - Ketika melihat kerajinan tangan satu ini, kita tidak akan mengira kalau bahan dasar pembuatannya adalah pipa pvc atau pipa paralon bekas.

Ya, di tangan Husen (42) warga Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), paralon bekas sisa bangunan disulap menjadi kerajinan yang unik dan bernilai ekonomis tinggi. Husen menyebutnya kralon, padanan dari kerajinan paralon.

Bentuk dan corak pun bisa disesuaikan keinginan para konsumen. Ada yang berupa wadah tisu dengan tulisan grup band Slank, ada yang berupa air terjun tiga tingkat, dan ada pula bentuk wadah lampu dinding serta kapal layar.

Ketika dijumpai dikediamannya, Husen mengaku mendapat ide membuat kerajinan paralon (Kralon) tersebut dari hobinya di dunia seni dan tuntutan ekonomi ketika dirinya habis kontrak di salah satu perusahaan sub kontrak PT Pertamina EP Asset 2.

“Selepas habis kontrak, saya mencoba menuangkan hobi saya di dunia seni serta memanfaatkan pipa paralon bekas yang ada. Paralon tersebut didapat dari sisa pembangunan rumah atau rumah toko (Ruko). Kemudian saya kreasikan hingga menjadi kralon dengan motif dan bentuk sesuai pesanan konsumen,” beber Husen.

Sempat tiga kali mengalami gagal dalam percobaannya, tidak membuat bapak dua anak ini putus asa. Paralon yang digunakan pun bervariasi, ada yang 3/4 inc hingga 4 inc.

“Awalnya sempat tidak jadi, ada yang kelamaan dibakar, sampai ada paralon yang terlalu tipis untuk digunakan dan hingga akhirnya pecah. Tetapi, lama kelamaan saya sudah bisa menemukan cara buat yang tepat,” tambahnya.

“Mula-mula paralon dipotong sesuai dengan kebutuhan atau pesanan. Selanjutnya pipa paralon dibakar, sembari dibakar kita langsung membentuk pola yang kita inginkan. Baru kemudian langsung direndam dengan air agar pipa paralon tidak kembali ke wujud asal. Setelah itu, barulah kita hias dengan pernis atau cat warga sesuai keinginan,” terang Husen seraya menunjukkan proses kepada sejumlah media.

Untuk pemasaran pun, Husen menuturkan baru di seputaran PALI dan Prabumulih. Dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 100.000,- hingga ada yang sampai Rp 1.000.000,- tergantung bentuk dan jenis pesanan konsumen.

Kendati demikian, saat ini Husen mengaku terbentur dengan modal usaha. Karena diakuinya selama ini dirinya membuat Kralon jika ada yang memesan. Atau sedang ada pameran di Kabupaten PALI.

Untuk itu, dirinya berharap bantuan serta perhatian pemerintah dalam mensupport usahanya. Karena, Husen optimis kralon bisa menjadi daya tarik dan ciri khas dari Bumi Serepat Serasan.

“Saat ini saya dibantu anak saya satu dan satu pemuda di Gang Masjid. Kalau lagi ada order banyak, saya bisa minta bantuan hingga empat orang. Tentunya, usaha ini akan membantu pemuda di PALI yang tidak bekerja dan bisa mengurangi angka pengangguran,” tuturnya. (Hab)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply