» » » » » » Dandim 0402 Kagum dengan Adat Midang Morge Siwe

Kayuagung, Krsumsel.com – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0402 OKI/OI Letkol Inf Seprianizar, S.Sos, menyatakan dirinya sangat kagum dengan adat Kayuagung yakni adat arak arakan Midang Bebuke Morge Siwe.

“Saya sangat kagum, adat ini harus dilestarikan jangan sampai terhenti, ini merupakan cirri khas Kota Kayuagung,” ujar Seprianizar.

Kekagumannya tersebut, terlihat saat Ia, bersama Kapolres OKI AKBP Ade Harianto, SH, MH mendampingi Bupati OKI H Iskandar, SE saat menyambut dan menyaksikan arak-arakan Midang bebuke Morge Siwe yang rutin dilaksanakan dan merupakan tradisi secara turun temurun khas masyarakat morge siwe Kayuagung dalam rangkaian perayaan hari raya Idul Fitri terutama pada hari ke 3-4 Idul fitri.

Kekaguman mereka terlebih lagi kegiatan Midang selain telah turun temurun dan rutin dilaksanakan oleh masyarakat morge siwe ternyata juga menjadi agenda tahunan pariwisata kabupaten OKI dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat seperti halnya pada hari kedua perayaan Midang Bebuke Morge Siwe, Rabu (28/6/2017).

Jika di hari pertama atau Hari Ketiga Hari Raya Idul Fitri perhelatan Midang Bebuke Morge Siwe diikuti oleh Ratusan Masyarakat dari enam (6) Kelurahan dalam wilayah kecamatan kota kayuagung antaranya Kelurahan tanjung rancing, Mangun jaya, Sidakersa, Kutaraya, Kayuagung asli dan Kedaton maka kali ini pun diikuti oleh Ratusan Masyarakat dari Lima (5) Kelurahan yaitu Kelurahan Paku, Jua-Jua, Perigi, Cintaraja dan Kelurahan Sukadana.

Kata Midang dalam istilah masyarakat kayuagung adalah sebuah kegiatan berjalan kaki dengan menggunakan pakaian adat perkawinan masyarakat kayuagung, sedangkan bebuke artinya lebaran, awalnya midang ini ada pada abad 16 yang merupakan persyaratan untuk jemput mempelai perempuan oleh mempelai laki-laki. Atau masuk dalam adat istiadat perkawinan dan seiring berjalannya waktu midang ini terus mengalami perkembangan dan mulai tahun 1954 telah dilaksanakan midang bebuke morge siwe.

Dimana para peserta dalam Midang Bebuke Morge Siwe melakukan arak-arakan pakaian adat perkawinan "Mabang Handak" (adat perkawinan kayuagung,red), setidaknya ada 14 macam pakaian adat perkawinan, yang ditutup dengan pemusik tanjidor.

Ribuan peserta midang yang berasal dari 11 kelurahan dalam Kecamatan Kota Kayuagung selama dua hari memadati jalan-jalan protocol dan menyeberangi sungai Komering melalui jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kotaraya dengan kelurahan Mangun jaya, dan finist di pendopo rumah dinas Bupati OKI.

Midang Morge siwe sendiri awalnya merupakan satu dari rangkaian adat perkawinan Mabang Handak (Burung Putih, Red) masyarakat Kayuagung pada masa itu, yang merupakan perkawinan dalam adat yang tertinggi di Morge Siwe (Sembilan Marga,red) Dimana jika ada pasangan muda-mudi melangsungkan pernikahan maka salah satunya adalah dengan digelarnya midang yang pesertanya muda mudi berasal dari masyarakat sekitar dengan tujuan untuk memperkenalkan pada khalayak ramai, bahkan tak jarang saat kegiatan midang sedang berlangsung ada orang tua yang berminat untuk menjodohkan anaknya dengan salah seorang peserta.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten OKI, H Amiruddin, bahwa saat ini midang masih menjadi salah satu adat budaya yang masih bertahan dilestarikan saat ini di wilayah kabupaten OKI.



"Adat arak-arakan ini sudah sejak lama dilakukan, para pelakunya adalah para muda-mudi dalam kelurahan, dahulu midang dilakukan oleh muda-mudi yang kelurahannya ada hajatan pernikahan, Kemudian untuk melestarikanya dikembangkan menjadi agenda tahunan pariwisata setiap tahunnya, tepatnya di setiap lebaran," ujarnya.

Midang ini sendiri juga menjadi event pariwisata nasional yang artinya midang ini sendiri bukan hanya milik kabupaten OKI saja tetapi sudah menjadi salah satu atraksi pariwisata yang terdaftar di kementerian pariwisata dan pernah juga ditampilkan diistana negara pada tahun 2007.

Bupati OKI Iskandar SE mengatakan, bahwa saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten OKI sangat konsen mendukung tradisi midang sebagai warisan tradisi budaya leluhur yang sangat mahal nilai karakteristiknya.

"Tradisi ini merupakan aset budaya yang sangat diperhatikan disamping tradisi lainnya di Kabupaten OKI. Kondisi midang sampai saat ini masih sangat lestari bahkan berkembang menjadi wisata budaya," pungkasnya.

Terpisah, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Seprianizar, S.Sos ketika dimintai tanggapannya setelah menyaksikan kegiatan Midang Bebuke Morge Siwe mengaku kagum dengan adat istiadat yang terus dilestarikan oleh masyarakat kayuagung apalagi kegiatan tersebut salah satu kegiatan yang sangat positif khususnya bagi muda- mudi.

"Sangat Bagus dan meraih, terlebih lagi ini adalah adat istiadat yang terus dilestarikan masyarakat, Dimana peserta juga tidak hanya orang dewasa tetapi juga muda-mudi bahkan anak-anak, Artinya kegiatan yang sangat Positif," Katanya. (ata)



About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply